kesehatan, health,gaya hidup

OKEZONE.COM – Selasa,10 Januari 2012
Diet Sehat Tanpa Siksaan

Diet Sehat Tanpa Siksaan

Diet Sehat Tanpa Siksaan

Google

SAKING inginnya memiliki tubuh yang ramping, banyak perempuan yang melakukan diet dengan cara yang salah. Alih-alih mau langsing, yang ada justru tubuh dihinggapi berbagai penyakit.

 

Untuk berhasil menurunkan berat badan, Anda perlu mempunyai motivasi yang kuat. Tanpa itu, maka menjalankan diet sehat untuk kebugaran akan banyak mengalami kegagalan. Simak cerita Sherry, 23, yang awalnya mencoba metode diet ekstrem. 

 

Dengan tinggi 158 sentimeter, konsultan bisnis ini merasa dirinya kurang langsing karena berat badannya 50 kilogram. Angka ini merupakan berat badan terberatnya setelah pulang dari sekolah di China pada 2005. Sejak itu, dia mulai menjalani diet dan mendaftar jadi anggota sebuah klub gym kenamaan. Teknik akupunktur juga pernah dia coba. Saat ditanya alasan utama diet, Sherry menjawab, perempuan dengan perut rata lebih menarik perhatian pria.

 

“Saya juga merasa lebih percaya diri dan seksi jika ingin mengenakan pakaian ketat,” imbuhnya kepada SINDO beberapa waktu lalu.

 

Tiga tahun lalu, wanita berkulit putih ini pernah mencoba diet apel. Dalam satu hari, dia hanya mengonsumsi apel. Sarapan pagi jus apel, makan siang satu butir apel dan kue apel, makan malam satu butir apel lagi. Sebelum diet apel, berat badannya 48 kilogram. Setelah menjalani diet apel selama satu minggu, beratnya turun jadi 44 kilogram.

 

Namun akibatnya, dia malah masuk rumah sakit.Dari seorang dokter langganan ibunya,Sherry mendapat obat penurun nafsu makan.

 

Dokter tersebut hanya dokter umum, tapi dulunya pernah membuka klinik akupunktur untuk pelangsingan badan. Obat ini menurut dia sangat ampuh. Diminum satu tablet setiap dua hari sekali. Harga obat tanpa merek ini Rp100.000 per butir. Hasilnya sama, setelah beberapa minggu mengonsumsinya, Sherry merasakan sakit pada bagian perutnya dan masuk rumah sakit lagi. Dokter pun menyuruh Sherry berhenti minum obat itu karena lambungnya bermasalah.

 

Sekarang berat badan Sherry stabil ada di angka ideal yakni 45 sampai 46 kilogram. Yang dia lakukan hanyalah menjaga pola makan serta membatasi asupan yang tidak berlebihan. 

 

“Sekarang saya sudah tidak peduli lagi dengan masalah menguruskan badan. Saya pilih untuk fokus di hal lain yang lebih penting,” kata Sherry.

 

Lain lagi dengan kisah Rosalina, 25, seorang pegawai swasta. Kesehatan merupakan alasan utama dia mulai diet, selain urusan penampilan. Saat melakukan pengecekan tubuh, hasilnya menyatakan bahwa usia tubuhnya sama seperti orang berusia 44 tahun. Dengan tinggi 158 sentimeter dan berat 73 kilogram, BMI (body mass index) Rosa berada di angka 29,2 yang tergolong kelebihan atau overweight. 

 

Program diet yang diperkenalkan pertama kali oleh Dr Arthur Agatston, ahli jantung dan pembuluh darah dari Amerika Serikat ini terdiri atas tiga fase. Satu fase lamanya 14 hari. Fase pertama, sama sekali tidak boleh mengonsumsi karbohidrat. Di fase ini, berat badan bisa turun empat hingga delapan kilogram.

 

Jika berat tidak juga turun, maka menu makanan akan kembali ke fase pertama dan tidak masuk ke fase kedua. Jika berhasil, di fase kedua sudah boleh mengonsumsi sedikit karbohidrat dan berat turun satu hingga dua kilogram. Fase ketiga, menu makanan dengan gizi seimbang dan berat badan stabil. Pola ini harus dilanjutkan supaya tetap langsing pasca program South Beach Diet.

 

Rosa memulai dietnya pada 1 Oktober dan menyelesaikan paket diet enam minggunya pada 11 November 2011 lalu. Pihak katering mengantar makanan yang sudah dibuat khusus tiga kali sehari. Menu itu terdiri atas sarapan, camilan pagi, makan siang, camilan sore, dan makan malam.

 

Dari berat badan awal 73 kilogram, kini beratnya sudah turun sebanyak delapan kilogram. Selama menjalani South Beach Diet, Rosa mengaku tidak ada keluhan kesehatan. 

 

Agar sukses menjalani program diet, spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Inge Permadhi MS SpGK menyarankan Anda untuk memiliki motivasi yang kuat, yakin akan berhasil, dan yang paling penting adalah apa tujuan akhir yang ingin diwujudkan. 

 

“Kita harus tahu berapa kebutuhan asupan yang harus masuk dan yang keluar,” tuturnya.

 

Jangan sampai, lanjut dia, diet dilakukan secara asal-asalan dan bolong-bolong alias tidak konsisten. Dari semua program diet, Inge mengatakan, prinsip yang utama adalah menjaga gizi seimbang. Misalnya dengan menghindari mengonsumsi makanan yang digoreng karena minyak goreng mengandung lemak jenuh yang tidak sehat bagi tubuh.

 

“Minyak yang bagus itu minyak bunga matahari, minyak zaitun, dan minyak ikan,” ungkapnya.

 

Seimbangkan dengan rutin berolahraga yang fokusnya pada pembakaran lemak, seperti aerobik, berenang, dan latihan di treadmill. (tty)

KOMENTAR

Isi komentar sepenuhnya merupakan pendapat pribadi pengirim, dan TIDAK mencerminkan kebijakan editorial redaksi Maesarah Health. Maesarah Health tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar dari pengunjung. Setiap komentar yang kami anggap tidak pantas akan kami hapus. Komentar anda bisa dibaca dan menjadi masukan berarti bagi seluruh bagian di Maesarah Health.

Beri Komentar

Masukan nama

Masukan alamat email yang sah

Masukan komentar anda

  • Thank you. I'll get back to you as soon as possible.

    Sorry, an error has occured. Please try again later.